Perdagangan Indonesia-Belanda Percepat Pemulihan Ekonomi Nasional

Perdagangan Indonesia-Belanda Percepat Pemulihan Ekonomi Nasional

Perdagangan Indonesia-Belanda Percepat Pemulihan Ekonomi Nasional

Ilustrasi Belanda. ┬ęShutterstock

Merdeka.com - PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero)/ PPI melaksanakan penandatangan nota kesepahaman kerja sama imbal dagang dengan ESRO Food Group (EFG) Netherland. MoU ditandatangani Direktur Utama PPI, Nina Sulistyowati, dan Director Esro Food Group, Johannes Gerardus Rooijackers.

Dalam hal ini PPI bertindak sebagai badan pelaksana imbal dagang di Indonesia dan Esro Food Group merupakan badan pelaksana imbal dagang di Belanda. Keduanya akan segera menyusun kontrak kerja sama terkait nilai transaksi dan teknis pelaksanaan imbal dagang.

"Hal ini tidak hanya meningkatkan hubungan dan kerja sama perdagangan bilateral ke langkah selanjutnya, tetapi juga berkontribusi mendorong perdagangan di rantai nilai global dan membantu memulihkan ekonomi dunia di tengah pandemi COVID-19," kata Didi, Jakarta, Sabtu (23/10).

Direktur Utama PPI, Nina Sulistyowati mengatakan kerja sama ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo terkait potensi pasar ekspor harus mendapatkan perhatian yang serius. Penyelesaian perundingan dengan negara-negara potensial mesti dipercepat. Diharapkan ini bisa menjadi agenda prioritas karena di masa-masa seperti ini Indonesia membutuhkan pasar ekspor baru.

"Kami sangat berharap hal ini menjadi salah satu momentum yang baik sebagai akselerasi program ekspor PPI dan juga target ekspor nasional, dengan terus upaya membuka pasar Indonesia di negara-negara tujuan ekspor non tradisional sebagai upaya dalam pemulihan ekonomi dengan adanya pandemi Covid-19," kata Nina.

Sebelumnya, EFG menyampaikan ketertarikannya untuk melakukan imbal dagang produk daging dan turunannya dengan dengan produk perikanan Indonesia. Beberapa produk daging dari EFG yang rencananya akan didatangkan ke Indonesia, yaitu HS 05040000, HS 02062990, HS 02022090, HS 02021000, HS 02022030, dan HS 02022090.

Kedutaan Besar Indonesia di Den Haag menyambut baik upaya peningkatan kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Belanda melalui skema imbal dagang B2B. Upaya ini dapat berkontribusi mendorong kembali hubungan dagang kedua negara yang terdampak pandemi Covid-19.

"KBRI Den Haag sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan Kemendag yang bekerja sama dengan pemangku kepentingan dan mendukung penuh penandatanganan MoU sebagai komitmen awal untuk imbal dagang," kata Duta Besar RI untuk Belanda, Mayerfas.

Belanda Hub Pasar Eropa

pasar eropa

Menurutnya, Belanda merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia di Eropa yang dapat berfungsi sebagai hub di pasar Eropa. Negara ini menempati urutan teratas sebagai tujuan ekspor terbesar produk Indonesia di seluruh benua dengan total 3,6 miliar dolar AS pada 2020.

"Saat ini, sebagian besar produk ekspor utama Indonesia ke Belanda mencakup minyak sawit dan fraksinya, tekstil, alas kaki, furnitur, rempah-rempah dan perikanan. Sebaliknya, produk Belanda ke Indonesia mulai dari senjata militer, limbah kertas atau karton, serta produk susu dan olahan makanan lainnya," kata Mayerfas.

Menurut data Kementerian Perdagangan, produk-produk yang banyak diminati Belanda dan negara Eropa lainnya dari Indonesia di antaranya rotan dan berbagai bumbu dan rempah-rempah. Sementara itu data Kedubes RI untuk Belanda, tercatat pada tahun 2020 ekspor Indonesia ke Uni Eropa sebesar USD 14,3 miliar.

Negara-negara tujuan utama produk ekspor Indonesia yakni Belanda, Jerman, Italia, Spanyol, dan Belgia. Kinerja ekspor ke Belanda pada masa pandemi ini tidak mengalami penurunan bahkan beberapa produk justru meningkat seperti rempah, lada, home d├ęcor, rotan, kayu, pakaian jadi, dan alas kaki.

Meningkatnya minat pasar internasional terhadap rempah-rempah Indonesia bukan sesuatu yang baru karena kualitas produknya yang baik. Melihat iklim dan cuaca negara Eropa di mana tidak semua kebutuhan rempah-rempah dapat terpenuhi, maka hal tersebut menjadikan potensi besar bagi Indonesia.

PPI dalam kiprahnya sebagai BUMN yang bergerak di bidang trading, akan segera melakukan integrasi dengan logistik. Saat ini dalam proses merger BGR ke dalam PPI akan menghasilkan kekuatan dan aspirasi menjadi end to end service provider di bidang trading dan logistic yang terdigitalisasi.

Dalam akselerasi program ekspor, Nina mengaku PPI siap memberikan upaya terbaik dengan ditunjang oleh 32 cabang, 22 Divisi Regional, dan 6 Representative Office di dunia.

"PPI melakukan integrasi yang menyesuaikan strategic direction dengan para pemegang saham, dalam hal ini melalui akses dukungan Kementerian Perdagangan dan Kementerian BUMN. Kami menjadikan pengembangan pasar ekspor ini sebagai strategic inisiatif PPI di holding pangan," pungkas Nina.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *