Andayani Rhani

Andayani Rhani

Tiga kata dari saya untuk produk Nivea Pearl White MicellAir Skin Breathe ini.

Selain merawat wajah menggunakan skincare, kegiatan cleansing menjadi satu bagian penting untuk mengangkat residu yang menempel sekaligus menyegarkan kulit wajah setelah melakukan aktifitas seharian. Apalagi ketika menggunakan riasan.

Bagi pemilik kulit sensitif, bahan-bahan alkohol dan turunannya dalam produk kecantikan terkadang bisa membuat dampak negatif bagi kulit. Karena itu, saya tertarik mencoba untuk hijrah ke Nivea karena klaim 0% alcohol.

Setelah menggunakannya lebih dari setengah tahun dan sudah hampir mau habis botol kedua juga. Pada kesempatan kali ini saya akan menuliskan Review Nivea Pearl White MicellAir Skin Breathe.

Deskripsi Produk

"Formula lembut yang cocok untuk kulit kusam. Membantu kulit wajah lebih mudah bernapas dan terjaga kelembapannya setelah menghapus make up. Untuk kulit lembut, bersinar, dan kembali bernafas."

Klaim Produk

Dari website resmi Nivea, klaim dari produk ini diantaranya adalah sebagai berikut.
"Mampu membersihkan make up di wajah hingga tanpa residu. Sehingga kulit bisa bebas bernapas. Mengandung 0% alcohol sehingga aman untuk kulit sensitive dan tidak menimbulkan iritasi kulit. Meninggalkan rasa lembut dan cerah di kulit setelah pemakaian. Mengandung bahan aktif yang membantu melembapkan dan mencerahkan kulit."

Manfaat Produk

Dengan natural Pearl Extract dan Licorice : membantu kulit terlihat cerah setelah dibersihkan pada pemakaian secara teratur. Ph balance, tidak ada penambahan alkohol, paraben, pewangi, silikon, dan pewarna. Dapat digunakan untuk kulit sensitif dan area sekitar mata. Tanpa dibilas.


Aplikasi : Bersihkan muka menggunakan kapas secara lembut dan perlahan. Saya biasa memakainya dua kali sehari. Sebelum dan setelah bangun tidur. Untuk membersihkan sisa-sisa skincare dan kotoran yang menepel pada kulit wajah.

Ingredients

Aqua, Phenoxyethanol, Glycerin, PEG-7 Glyceryl Cocoate, Sorbitol, Trisodium EDTA, Decyl Glucoside, Polyquaternium-10, Citric Acid, Hydrolyzed Pearl, Disodium Cocoyl Glutamate, Glyceryl Glucoside, Sodium Chloride, Sodium Acetate, Propylene Glycol, Glycyrrhiza Glabra Root Extract.

Dari skinkarisma, produk ini mengandung Glycyrrhiza Glabra (Licorice) dan Root Extract yang berfungsi untuk brightening sekaligus acne-fighting. Dia juga memiliki kandungan anti-aging berupa Citric Acid.

Review Nivea Pearl White MicellAir Skin Breathe

Packaging

MicellAir dari Nivea ini dikemas dengan botol plastik kokoh berwarna biru yang transparan. Sehingga lebih mudah untuk melihat isinya.

Tutupnya berjenis flip-top. Sebelumnya, saya nggak pernah punya masalah dengan jenis tutup ini. Cukup aman dan bisa membuat saya nyaman . Tapi saya mendapati produk nivea ini tinggal setengah dan tumpah memasahi pounch skincare saya. Padahal waktu itu masih pertama kali dibuka.

Formula dan Aroma

Seperti namanya, micellar water ini memiliki formula cair. Meski tidak mengandung fregrance, nivea ini memiliki aroma yang cukup smooth dan menyegarkan.

Produk pembersih dari nivea ini memiliki lubang kemasan yang kecil namun cukup mudah ketika dituangkan. Saat pertama kali pemakaian, wajah saya khususnya bagian pipi yang memiliki pori-pori besar saat itu mengalami reaksi. Ada rasa sedikit panas dan perih, namun tidak sampai membuat redness di wajah. Meski tidak berangsur lama, tapi cukup membuat saya kurang nyaman.

Setelah beberapa hari menggunakan produk ini. Alhamdulillah, tidak ada lagi reaksi buruk. Saya rasa hal tersebut adalah efek penyesuaian, karena sebelum menggunakan produk ini saya selalu memakai micellar water yang mengandung alkohol.

Teman saya yang memiliki wajah sangat sensitif pun mengalami hal yang sama. Bahkan sampai membuat jerawatnya meradang. Namun di kulit teman saya yang normal to kombinasi dia justru sangat cocok dengan produk ini.

Saat digunakan, micellar water ini tidak meninggalkan busa seperti produk yang saya gunakan sebelumnya. Meski tidak mendapati kesan cerah seperti yang tercantum dalam klaimnya. Saya tetap suka hasilnya.

Setelah membersihkan wajah menggunakan micellar water nivea ini kulit wajah saya terasa lebih lembut, segar, dan mudah karena tidak perlu dibilas dengan air.

Nivea Pearl White MicellAir Skin Breathe ini sangat ampuh untuk menghapus sisa skincare harian. Cukup menggunakan satu kapas saja, wajah saya sudah bersih. Tapi saya butuh 3-5 kapas untuk membersihkan full make up di wajah.

Sayangnya, micellAir ini kurang efektif untuk membersihkan make up waterproff. Saya tidak mempermasalahkan hal tersebut. Memang di kemasannya tertulis untuk membersihkan make up, tapi tidak ada klaim untuk makeup waterproff. It's So , no problem for me.

Price

Harga Nivea Pearl White MicellAir Skin Breathe Micellar ini cukup terjangkau dan terdapat 2 jenis kemasan. Isi 125ml dengan harga sekitar 25 ribuan yang cukup travel friendly dan 200ml yang saya review ini dengan harga 30-40 ribu.

Saya membeli produk ini 3 sekaligus saat ada diskon di Sociolla. Lumayan, bisa dapet facial foamnya juga. Jika ingin berbelanja di Sociolla, kalian bisa menggunakan kode voucher Socilolla di bawah ini untuk mendapatkan diskon sebesar 50K dengan minimal purchase 250k. Kalian juga bisa membelinya di Official Shopee Store Nivea.

Prons : Nivea Pearl White MicellAir Skin Breathe ini efektif untuk membersihkan skincare dan make up harian. Harganya cukup terjangkau. Dengan hasil yang dapat memberikan kesan segar dan lembut di wajah. Dan yang paling saya suka, dia tidak menghasilkan busa.

Cons : Tidak dapat membersihkan make up waterproff dan tutup yang kurang safety , sehingga memungkinkan isi produk untuk tumpah saat dibaringkan dalam pounch.

Final Verdict

Overall saya suka dengan Nivea Pearl White MicellAir Skin Breathe ini dan tergolong product worth it to buy. Meskipun tidak bisa mengangkat make up waterproff tetapi nivea ini dapat mengangkat sisa punggunaan skincare harian saya dengan sempurna. Sehingga sangat sesuai dengan kebutuhan cleansing harian saya.

Saya merekomendasikan produk ini untuk pemilik kulit normal dan kombinasi. Sedangkan untuk kulit berminyak dan sensitif harus berhati-hati ya dengan efek sedikit perih yang mungkin terjadi saat pertama kali menggunakan.


Rate : ⭐⭐⭐⭐
Berdasarkan pengalaman dengan pertimbangan kelebihan dan kekurangan. Untuk produk micellar watter ini saya beri rate 4.5/5.

See you next, review!
With love,

andayani rhani

Tanya saya dalam hati. Beberapa bulan yang lalu sebelum wabah pandemik covid-19 menyerang bumi pertiwi, saya berkesempatan untuk mengunjungi kota Solo untuk menghadiri suatu acara. Meski hanya dua hari, namun perjalanan di kota kelahiran pak Jokowi ini rasanya sangat berarti.

Selain acara yang akan saya hadiri, sebenarnya saya tidak memiliki rencana untuk mengunjungi tempat lain. Tapi karena rasa penasaran dan kesempatan yang tidak datang dua kali, membuat saya memberanikan diri untuk menjelajah ke beberapa tempat yang istimewa. Berikut merupakan beberapa Rekomendasi Destinasi Wisata dan Kuliner di Kota Solo yang dirangkum bersama cerita perjalanan saya.

Hari Kamis pagi, tanggal 13 Februari. Saya bersiap menemui teman di alun-alun kota. Perjalanan dari daerah saya, kabupaten Kendal sampai ke Kota Solo membutuhkan waktu kurang lebih 4 jam menggunakan sepeda motor. Meski sempat menerjang hujan di wilayah Salatiga, pukul setengah 2 siang saya dan teman sudah menginjakkan kaki di kota Solo.

Sesampainya di sana, saya diajak berkeliling di Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS). Kampusnya sangat asri dengan udara sangat sejuk. Ada danau buatan yang menjadi tempat berjualan pedagang kaki lima dan berkumpul orang-orang.

Kampus itu juga memiliki 5 tempat ibadah umat beragama yang di akui Indonesia. Ada gereja, pura, vihara, kelenteng, dan masjid. Sangat mencerminkan kebhinnekaan sekali kan?

Setelah setengah jam di ajak berkeliling kampus. Saya di antar menuju kos Ika, teman semasa SMA yang sekarang menjadi mahasiswi di kota Solo.

Saya dan Ika

Ketoprak Jebres

Sesampainya di kos ika. Kami bercerita layaknya sobat yang sudah lama tidak bertemu. Di tengah-tengah obrolan, saya teringat pesan salah satu kakak kelas yang juga menjadi mahasiswa di Solo, bahwa setiap akhir pekan biasanya akan ada pertunjukan di kota ini.

Melalui bantuan dunia maya dan menjelajah ke akun instagram event kota Solo, Ika mencari referensi pertunjukan yang bisa disaksikan.

Setelah beberapa kali dibuat kecewa karena tanggal yang tidak sesuai (diluar hari saya berada di kota Solo) atau acara yang telah selesai. Akhirnya, saya bisa bernafas lega ketika mendengar Ika berujar,

Sayapun mengiyakan dengan senang hati, mengingat besok adalah hari terakhir saya di sini. Senangnya…

Karena belum sempat makan siang, perut saya tiba-tiba berbunyi dan lidah mendadak ngidam ketoprak. Setelah istirahat sebentar. Ba’da Ashar, dibawalah saya menuju ke sebuah warung sederhana di daerah Jebres.

Tempat ini menjual berbagai macam makanan tradisional. Rasa manis sambel kacang dan sayuran segar serasa duet maut di dalam mulut. Harga makanan di warung ini sangatlah terjangkau dan sering menjadi tempat makan langganan bagi mahasiswa, Ika adalah salah satunya.

Harganya mulai dari 5 ribu rupiah sampai belasan ribu. Pelayanannya pun sangat cepat. Nggak butuh waktu lama, makanan saya tiba. Saat saya mampir makan di sana, tempatnya tidak tidak pernah sepi oleh pembeli. Jika satu orang pergi, pasti setelahnya akan ada orang yang datang lagi.

Takoyaki Mr. Hiroshi


Ini cerita saya banget. Dulu, tahun berapa ya? Kira-kira saat saya masih sekolah. Saya melihat seorang penjual Takoyaki, orang Jepang asli yang tinggal di kota Solo, diundang menjadi bintang tamu acara Hitam Putih.

Sejak mulai kenal jalan-jalan dan kulineran, saya suka sekali dengan masakan Jejepangan. Nah, di antaranya adalah Sushi, Ramen, Okonomiyaki dan Takoyaki ini. Saat melihat acara itulah, saya berdoa semoga suatu saat bisa berkunjung ke kota Solo dan menyicipi takoyaki buatan orang Jepang tersebut. And see? My dream becomes true.

For your Information, Takoyaki adalah salah satu jenis street food yang berasal dari negara matahari terbit. Bentuknya bulat dengan isi irisan gurita atau cumi.

Mr. Hirosi yang sedang membuat Takoyaki

Meski tidak punya plan kemana-mana selain acara yang akan saya hadiri hari esok. Namun, Tuhan mengingatkan dengan doa saya dulu. Tiba-tiba saya terbesit untuk mengunjungi kedai takoyaki Mr. Hiroshi tersebut.

Setelah menunggu Ika menyelesaikan Kartu Rencana Studi (KRS) bersama dosen walinya. Berbekal alamat dari google maps, kami berdua segera menuju ke lokasi.

Saya deg-degan selama di jalan. Bukan karena Ika yang ngebut ketika mengemudi. Tetapi karena di google maps menunjukan keterangan bahwa toko akan tutup 5 menit lagi. Walhasil, Ika ngebut sampai peniti hijabnya jatuh di jalan. Huhuhu, maafin permintaan Anda yang selalu mendadak ya Ika.

Ucap pemuda yang menghampiri saya sesaat setelah sampai di lokasi. Saat melirik ke spanduk penjual. Ternyata menu di tempat ini tidak hanya takoyaki. Ada ramen, mie khas negara Jepang, dan Gyouza/gyoza, yaitu pangsit berisi irisan daging dan daun bawang cincang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *